A. Teori Perdagangan Internasional
a. Comparative Advantage Theory
Menurut teori ini setiap negara hanya memproduksi barang dan jasa yang efisien dibandingkan dengan negara lain. Kemudian barang dan jasa tersebut dijual ke negara lain melalui kegiatan ekspor-impor. Hal inilah yang memicu timbulnya perdagangan internasional
b. Imperfect Market Theory
Menurut teori ini tidak semua faktor-faktor produksi dapat dipindahkan antar negara karena adanya pembatasan aliran dana dan aliran faktor-faktor produksi antar negara, Sehingga perusahaan mencoba memperoleh factor-faktor produksi dengan cara melakukan bisnis internasional.
c. Product Cycle Theory
Menurut teori ini bisnis internasional awalnya dimulai dari perdagangan pasar domestic, melakukan kegiatan ekspor untuk memenuhi permintaan luar negeri selanjutnya mengalokasikan sebagian operasinya di luar negeri (dengan membuka cabang perusahaan)
d. Transfer Technology and Strategic Alliance
Menurut konsep ini perusahaan melakukan kerjasama untuk memperoleh manfaat bersama dengan perusahaan atau pemerintah negara lain seperti melakukan tranfer teknologi sehingga memperoleh akses perdagangan ke negara tersebut.
B. Pakta Perdagangan:
Dalam menyongsong ekonomi global memunculkan berbagai macam bentuk pakta perdagangan seperti:
a. Asia Pasific Economic Coorperation (APEC)
APEC merupakan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan di kawasan asia pasifik terbentuk bulan November 1989. Terdiri dari Negara anggota ASEAN, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Korea Selatan, Cina Jepang, Taiwan, Hongkong dan Cili.
b. ASEAN Free Trade Area (AFTA)
AFTA merupakan bentuk kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan di kawasan ASEAN terbentuk Januari 1992 yang bertujuan meningkatkan: perdagangan, spesialisasi, ekspor, kegiatan produksi sesama anggota ASEAN serta masuknya investasi dari luar anggota ASEAN.
c. North American Free Trade Area (NAFTA)
NAFTA merupakan kawasan perdagangan bebas antara Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko terbentuk tanggal 12 Agustus 1992 dan mulai aktif tahun 2004 bertujuan: meningkatkan kegiatan ekonomi, standarisasi, perlindungan konsumen (keselamatan, kesehatan dan keserasian lingkungan) serta pengaturan impor dan produksi sesama anggota.
d. Uni Europe (UE)
Merupakan kerja sama ekonomi negara-negara Eropa yang terbentuk 1 Januari 1993 yang bertujuan tercapainya lalu lintas bebas barang, jasa, modal, dan tenaga kerja.
C. Karakteristik Ekonomi Global
1. Bisnis Internasional
Bisnis internasional adalah bisnis atau perdagangan yang telah melampaui batasan antar negara meliputi semua transaksi komersial yang dihasilkan dari aliran barang, jasa atau sumber keuangan antar negara.
Globalisasi ekonomi dipercepat dengan adanya standarisasi produk dalam proses produksi, perkembangan teknologi informasi, peningkatan transportasi dan sistem distribusi, privatisasi perusahaan public serta reformasi ekonomi negara-negara berkembang.
2. Hilangnya Batasan-batasan antar Negara
Saat ini sulit mengidentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan karena keputusan produksi dan lokasi pada kompetisi global bukan negara asal.
3. Ketergantungan pada Perdagangan Internasional
Fokus pemasaran produk perusahaan bukan lagi pada pasar nasional melainkan pada pasar internasional, sebagai contoh:
o Coca Cola (Amerika Serikat) 80% perdagangan internasional
o Gillette (Inggeris) 70% perdagangan internasional
o IBM (Inggris) 2/3 perdagangan internasional
D. Berbagai Bentuk Bisnis Internasional
Suatu perusahaan dapat menjalankan bisnis internasional dengan memilih berbagai tipe aktivitas dan tingkat keterlibatan, seperti:
1. Perusahaan Eksportir
Perusahaan eksportir langsung harus memiliki pemasaran sendiri di berbagai negara, memiliki risiko yang besar, dan cost yang lebih besar dari eksportir tidak langsung, tetapi memiliki kelebihan dalam mengontrol produknya. Contoh: Boeing berpusat di Seattle sebagai home base dan menjual produknya secara langsung ke seluruh dunia.
2. Kontrak Manajemen
Kontrak manajemen merupakan penggunaan sumber daya manusia atau pekerja yang berasal dari negara lain dengan menggunakan kontrak untuk jangka waktu tertentu.
3. Strategic Aliance
Perusahaan berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk berbagi hak dan tanggung jawab dalam pendapatan dan pengeluaran.
a. Research Collaboration
Dua atau lebih perusahaan berpartisipasi dalam membentuk riset dan mengambil keuntungan dari hasil yang dicapai.
b. Licensing Program
Pelisensian atas hak paten oleh pemilik (licensor) ke pihak lain (licences), dengan kompensasi berupa royalty kepada licensor
c. Copromotion Deal
Suatu produk yang dihasilkan bersama-sama oleh dua perusahaan dengan merk dan pemasaran yang sama.
4. Perusahaan Multinasional
Perusahaan multnasional (Multinational Enterprises (MNEs) /Multinational Corporation (MNC) /Transnational Corporation/TNC) adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai wilayah operasi di lebih dari satu negara. Perusahaan multinasional menganggap dunia sebagai satu kesatuan pasar sehingga memiliki pengembangan produk, pembelian, manufacturing, pemasaran dan operasi keuangan yang mendunia atau mempunyai wilayah operasi di lebih dari satu negara.
E. Alasan Menjalankan Bisnis Internasional
Bisnis internasional mencakup transaksi-transaksi bisnis yang melibatkan pihak swasta atau pemerintah dua negara atau lebih.
Beberapa alasan utama adanya bisnis internasional atau go international:
1. Melayani permintaan konsumen dengan memperluas daerah pemasaran/penjualan keluar negara tempat perusahaan induk berada.
2. Memperoleh akses bahan baku dan faktor produksi lain dengan cost yang lebih rendah.
3. Mendapatkan akses pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
4. Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat jika pemasaran dilakukan ke luar negeri.
5. Kurangnya ketergantungan pada ekonomi dalam negeri
F. Strategi Bisnis Internasional
1. Strategi Multidomestik:
Setiap cabang di luar negeri relatif diberikan kebebasan dalam menjalankan operasinya.
MNEs beroperasi berdasarkan domestic-by-domestic market.
Alasan :
o produk dan pasar berbeda pada masing-masing negara
o biaya transportasi yang tinggi
o industri tidak ekonomis untuk berkompetisi secara global.
2. Strategi Global:
Cabang tidak diberi kebebasan dalam menjalankan operasinya
MNEs beroperasi secara global worldwide volume untuk pencapaian keuntungan perusahaan sebagai satu kesatuan.
Home country sebagai sumber bahan baku, komponen manufacturing, assembling, dan distribusi akhir serta penjualan.
Alasan: keuntungan yang signifikan karena berkurangnya biaya perunit, reputasi maupun pelayanan yang lebih baik
G. Faktor yang mempengaruhi pemilihan Strategi
H. Trend Multinasional Enterprises (MNEs)
Menurut United Nation Centre on Transnational Corporation:
1. Perusahaan-perusahaan Jepang dalam tahun 1980-an muncul sebagai leading firms pada kebanyakan industri dan jasa.
2. MNEs Eropa Barat memperluas pengaruhnya sampai ke Amerika Utara.
3. MNEs Amerika Serikat mengurangi ekspansi globalnya dan meningkatkan investasi di dalam negeri.
4. MNEs mengurangi ekspansi di negara-negara berkembang dan berkonsentrasi di pasar yang lebih stabil.
5. MNEs yang kecil dan menengah cendrung melakukan ekspansi global dalam bidang jasa.
6. Meningkatnya secara cepat MNEs dari negara-negara Eropa Timur dan Mantan Uni Sovyet
Sumber : http://zonazigong.com/?p=89
No comments:
Post a Comment