Wednesday, 25 May 2011

RESIKO YANG DIHADAPI SEORANG

<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

RESIKO YANG DIHADAPI SEORANG MAHASISWA SERTA PENGENDALIAN YANG HARUS DILAKUKAN


Seorang mahasiswa pasti pernah mengalami kesulitan dalam keseharian dan rutinitasnya menjadi seorang mahasiswa, rasanya mungkin beginilah perjuangan untuk mendapatkan gelar sarjana, banyak yang harus ditempuh dan dihadapi juga tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seorang mahasiswa dalam menempuh bangku kuliah.

RESIKO SEORANG MAHASISWA :

Akademis

1. Kuliah padat banyak tugas

2. Tugas yang satu belum selesai ditambah lagi tugas yang lain

3. Telat informasi bisa ketinggalan semester (pengisian KRS, informasi yang penting lainnya)

4. Salah jadwal ujian bisa tidak ikut ujian dan mengulang kelas

Pergaulan

1. Salah pergaulan yang negatif bisa membuat kita ikutan tidak benar, malas, nakal, dll.

2. Lingkungan sekitar terkadang ada yang membawa pengaruh negatif

Diri Sendiri

1. Suka tergantung Mood

2. Terbawa oleh teman yang lain

3. Badan mudah letih

PENGENDALIAN UNTUK MENGURANGI RESIKO SEORANG MAHASISWA

1. Lebih sering mencari informasi dan aktif untuk terus mencari informasi terkini dan informasi penting

2. Lebih berhati-hati dalam memilih teman pergaulan, jika dirasa sudah memberi pengaruh negatif sebaiknya tidak perlu terlalu dekat. Mencari teman yang bisa memotivasi agar lebih baik.

3. Lebih bisa membagi waktu untuk semua tugas dan tanggung jawab juga mengendalikan diri untuk suasana hati yang berubah-ubah, memiliki manajemen diri yang lebih baik.

4. Menjaga kesehatan supaya tidak cepat letih seperti minum makan makanan yang sehat dan olahraga.

Menjadi mahasiswa memang tidak mudah apalagi jika menghadapi tugas kuliah yang sangat banyak dan deadline tugas yang sangat cepat. Untuk menjadi mahasiswa yang sukses kuncinya adalah harus bisa menanamkan manajemen diri yang baik untuk bisa membagi waktu dan menyelesaikan tanggung jawab dengan baik.

Wednesday, 18 May 2011

INTERNASIONAL BISNIS DAN STRATEGI MULTINASIONAL

A. Teori Perdagangan Internasional
a. Comparative Advantage Theory
Menurut teori ini setiap negara hanya memproduksi barang dan jasa yang efisien dibandingkan dengan negara lain. Kemudian barang dan jasa tersebut dijual ke negara lain melalui kegiatan ekspor-impor. Hal inilah yang memicu timbulnya perdagangan internasional
b. Imperfect Market Theory
Menurut teori ini tidak semua faktor-faktor produksi dapat dipindahkan antar negara karena adanya pembatasan aliran dana dan aliran faktor-faktor produksi antar negara, Sehingga perusahaan mencoba memperoleh factor-faktor produksi dengan cara melakukan bisnis internasional.
c. Product Cycle Theory
Menurut teori ini bisnis internasional awalnya dimulai dari perdagangan pasar domestic, melakukan kegiatan ekspor untuk memenuhi permintaan luar negeri selanjutnya mengalokasikan sebagian operasinya di luar negeri (dengan membuka cabang perusahaan)
d. Transfer Technology and Strategic Alliance
Menurut konsep ini perusahaan melakukan kerjasama untuk memperoleh manfaat bersama dengan perusahaan atau pemerintah negara lain seperti melakukan tranfer teknologi sehingga memperoleh akses perdagangan ke negara tersebut.

B. Pakta Perdagangan:
Dalam menyongsong ekonomi global memunculkan berbagai macam bentuk pakta perdagangan seperti:
a. Asia Pasific Economic Coorperation (APEC)
APEC merupakan kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan di kawasan asia pasifik terbentuk bulan November 1989. Terdiri dari Negara anggota ASEAN, Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, Korea Selatan, Cina Jepang, Taiwan, Hongkong dan Cili.

b. ASEAN Free Trade Area (AFTA)
AFTA merupakan bentuk kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan di kawasan ASEAN terbentuk Januari 1992 yang bertujuan meningkatkan: perdagangan, spesialisasi, ekspor, kegiatan produksi sesama anggota ASEAN serta masuknya investasi dari luar anggota ASEAN.

c. North American Free Trade Area (NAFTA)
NAFTA merupakan kawasan perdagangan bebas antara Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko terbentuk tanggal 12 Agustus 1992 dan mulai aktif tahun 2004 bertujuan: meningkatkan kegiatan ekonomi, standarisasi, perlindungan konsumen (keselamatan, kesehatan dan keserasian lingkungan) serta pengaturan impor dan produksi sesama anggota.
d. Uni Europe (UE)
Merupakan kerja sama ekonomi negara-negara Eropa yang terbentuk 1 Januari 1993 yang bertujuan tercapainya lalu lintas bebas barang, jasa, modal, dan tenaga kerja.

C. Karakteristik Ekonomi Global
1. Bisnis Internasional
Bisnis internasional adalah bisnis atau perdagangan yang telah melampaui batasan antar negara meliputi semua transaksi komersial yang dihasilkan dari aliran barang, jasa atau sumber keuangan antar negara.
Globalisasi ekonomi dipercepat dengan adanya standarisasi produk dalam proses produksi, perkembangan teknologi informasi, peningkatan transportasi dan sistem distribusi, privatisasi perusahaan public serta reformasi ekonomi negara-negara berkembang.
2. Hilangnya Batasan-batasan antar Negara
Saat ini sulit mengidentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan karena keputusan produksi dan lokasi pada kompetisi global bukan negara asal.
3. Ketergantungan pada Perdagangan Internasional
Fokus pemasaran produk perusahaan bukan lagi pada pasar nasional melainkan pada pasar internasional, sebagai contoh:
o Coca Cola (Amerika Serikat) 80% perdagangan internasional
o Gillette (Inggeris) 70% perdagangan internasional
o IBM (Inggris) 2/3 perdagangan internasional
D. Berbagai Bentuk Bisnis Internasional
Suatu perusahaan dapat menjalankan bisnis internasional dengan memilih berbagai tipe aktivitas dan tingkat keterlibatan, seperti:

1. Perusahaan Eksportir
Perusahaan eksportir langsung harus memiliki pemasaran sendiri di berbagai negara, memiliki risiko yang besar, dan cost yang lebih besar dari eksportir tidak langsung, tetapi memiliki kelebihan dalam mengontrol produknya. Contoh: Boeing berpusat di Seattle sebagai home base dan menjual produknya secara langsung ke seluruh dunia.

2. Kontrak Manajemen
Kontrak manajemen merupakan penggunaan sumber daya manusia atau pekerja yang berasal dari negara lain dengan menggunakan kontrak untuk jangka waktu tertentu.

3. Strategic Aliance
Perusahaan berkolaborasi dengan perusahaan lain untuk berbagi hak dan tanggung jawab dalam pendapatan dan pengeluaran.
a. Research Collaboration
Dua atau lebih perusahaan berpartisipasi dalam membentuk riset dan mengambil keuntungan dari hasil yang dicapai.
b. Licensing Program
Pelisensian atas hak paten oleh pemilik (licensor) ke pihak lain (licences), dengan kompensasi berupa royalty kepada licensor
c. Copromotion Deal
Suatu produk yang dihasilkan bersama-sama oleh dua perusahaan dengan merk dan pemasaran yang sama.

4. Perusahaan Multinasional
Perusahaan multnasional (Multinational Enterprises (MNEs) /Multinational Corporation (MNC) /Transnational Corporation/TNC) adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai wilayah operasi di lebih dari satu negara. Perusahaan multinasional menganggap dunia sebagai satu kesatuan pasar sehingga memiliki pengembangan produk, pembelian, manufacturing, pemasaran dan operasi keuangan yang mendunia atau mempunyai wilayah operasi di lebih dari satu negara.

E. Alasan Menjalankan Bisnis Internasional
Bisnis internasional mencakup transaksi-transaksi bisnis yang melibatkan pihak swasta atau pemerintah dua negara atau lebih.
Beberapa alasan utama adanya bisnis internasional atau go international:
1. Melayani permintaan konsumen dengan memperluas daerah pemasaran/penjualan keluar negara tempat perusahaan induk berada.
2. Memperoleh akses bahan baku dan faktor produksi lain dengan cost yang lebih rendah.
3. Mendapatkan akses pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
4. Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat jika pemasaran dilakukan ke luar negeri.
5. Kurangnya ketergantungan pada ekonomi dalam negeri

F. Strategi Bisnis Internasional
1. Strategi Multidomestik:
 Setiap cabang di luar negeri relatif diberikan kebebasan dalam menjalankan operasinya.
 MNEs beroperasi berdasarkan domestic-by-domestic market.
 Alasan :
o produk dan pasar berbeda pada masing-masing negara
o biaya transportasi yang tinggi
o industri tidak ekonomis untuk berkompetisi secara global.
2. Strategi Global:
 Cabang tidak diberi kebebasan dalam menjalankan operasinya
 MNEs beroperasi secara global worldwide volume untuk pencapaian keuntungan perusahaan sebagai satu kesatuan.
 Home country sebagai sumber bahan baku, komponen manufacturing, assembling, dan distribusi akhir serta penjualan.
 Alasan: keuntungan yang signifikan karena berkurangnya biaya perunit, reputasi maupun pelayanan yang lebih baik

G. Faktor yang mempengaruhi pemilihan Strategi

H. Trend Multinasional Enterprises (MNEs)
Menurut United Nation Centre on Transnational Corporation:
1. Perusahaan-perusahaan Jepang dalam tahun 1980-an muncul sebagai leading firms pada kebanyakan industri dan jasa.
2. MNEs Eropa Barat memperluas pengaruhnya sampai ke Amerika Utara.
3. MNEs Amerika Serikat mengurangi ekspansi globalnya dan meningkatkan investasi di dalam negeri.
4. MNEs mengurangi ekspansi di negara-negara berkembang dan berkonsentrasi di pasar yang lebih stabil.
5. MNEs yang kecil dan menengah cendrung melakukan ekspansi global dalam bidang jasa.
6. Meningkatnya secara cepat MNEs dari negara-negara Eropa Timur dan Mantan Uni Sovyet


Sumber : http://zonazigong.com/?p=89

UK Generally accepted accounting principles

"UK Generally accepted accounting principles"

Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi. Sistem hukum di Inggris menganut common law , dalam sistem ini tidak ada sumber hukum, sumber hukum hanya kebiasaan masyarakat yang dikembangkan di pengadilan/keputusan pengadilan.

Ciri dari common law sistem ini adalah :

  • tidak ada perbedaan secara tajam antara hukum publik dan perdata
  • tidak ada perbedaan antara hak kebendaan dan perorangan
  • tidak ada kodifkasi
  • keputusan hakim terdahulu mengikat hakim yang kemudian (asas precedent atau stare decisis)

Akuntansi di inggris berkembang sebagai sebuah ilmu tunggal, seiring waktu, secara berturut-turut undang-undang perusahaan menambahkan susunan dan persyaratan lainnya, tapi masih memperbolehkan fleksibilitas akuntan dalam penerapan penilaian professional. Sejak tahun 1970-an, sumber paling penting untuk pengembangan dalam undang-undang perusahaan adalah EU Directives, terutama Fourth dan seventh Directive. Pada saat yang sama, standart akuntansi dan proses penyusunan standar telah menjadi lebih otoritatif.

Warisan Inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep penyajian hasil dan posisi keuangan yang wajar (pandangan benar dan wajar) juga berasal dari Inggris.

Regulasi dan Penegakan Aturan Akuntansi

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Undang-undang tahun 1981 menetapkan lima prinsip dasar akuntansi :

  1. Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual
  2. Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva, dan kewajiban dinilai secara terpisah
  3. Prinsip konservatisme
  4. Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan
  5. Prinsip kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi

Undang-undang tersebut berisi aturan penilaian yang luas dimana akun-akun dapat ditentukan berdasarkan biaya historis atau biaya kini.

Berikut 6 badan akuntansi di Inggris yang berhubungan dengan komite konsultatif badan akuntansi yang berdiri pada tahun 1970:

1. Institut Akuntan berizin resmi di Inggris dan di Wales (The Institute of Chartered Accountants in England and Wales-ICAEW)

2. Insitut Akuntan berizin resmi di Irlandia (The Institute of Chartered Accountants in Ireland-ICAI)

3. Insitut Akuntan berizin resmi di Skotlandia (The Institute of Chartered Accountants in Scotland-ICAS)

4. Asosiasi Akuntansi berizin resmi dan bersertifikat (The Association of Chartered Certified Accountants-ACCA)

5. Insitut Akuntan Manajemen berizin resmi (The Chartered Institute of Manajement Accountants-CIMA)

6. Insitut Keuangan dan Akuntansi Publik berizin resmi (The Chartered Institute of Public Finance and Accountancy-CIPFA)

Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia.

Pelaporan Keuangan

Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan umumnya mencakup :

  1. Laporan Direktur
  2. Laporan Laba dan Rugi dan Neraca
  3. Laporan Arus Kas
  4. Laporan Total Keuntungan dan Kerugian yang diakui
  5. Laporan Kebijakan akuntansi
  6. Catatan atas Referensi dalam Laporan Keuangan
  7. Laporan Auditor

Laporan direktur menyebutkan aktivitas pokok bisnis, tinjauan operasi dan perkembangan yang akan terjadi, kejadian penting pasca penyusunan neraca, dividen yang dianjurkan, nama-nama direktur dan pemegang sahamnya, dan kontribusi politik serta sumbangan amal. Laporan keuangan harus memberikan pandangan yang adil dan benar mengenai keadaan dan keuntungan perusahaan.

Keistimewaan laporan keuangan inggris adalah bahwa perusahaan-perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari banyaknya kewajiban laporan keuangan. Companies Act yang menentukan criteria ukuran perusahaan. Secara umum, perusahaan-perusahaan kecil dan menengah diizinkan untuk menyusun akun singkat dengan informasi minimum yang telah ditentukan sebelumnya. Kelompok-kelompok kecil dan menengah dibebaskan dari penyusunan laporan gabungan.

Penghitungan Akuntansi

Inggris memperbolehkan baik metode akusisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk Penggabungan usaha. Meskipun demikian, kondisi penggunaan metode merger begitu ketat sehingga hampir tidak pernah digunakan.

Pada Tahun 2003, Departemen perdagangan dan Perindustrian mengumumkan bahwa mulai bulan Januari 2005, Seluruh perusahaan Inggris diperbolehkan untuk menggunakan IFRS, selain GAAP

Usaha Konvergensi dengan IFRS

Persamaan UKGAAP dengan IFRS : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, penilaian asset, penyusutan, penilaian persediaan, akuntansi kerugian, Lease, pajak yang ditangguhkan.

Perbedaan dengan IFRS dalam hal : perlakuan terhadap goodwill, adanya pencadangan untuk perataan penghasilan.

Perbandingan sistem akuntansi

Perbandingan sistem akuntansi di negara Indonesia dan negara Inggris yang akan dibandingkan adalah : Pengaturan dan pembinaan Akuntansi, Pelaporan Keuangan, Pengukuran Akuntansi dan Usaha Konvergensi.

Keterangan

Negara Inggris

Negara Indonesia

Pengaturan dan pembinaan Akuntansi

Sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah UU perusahaan dan profesi akuntansi

Pengaturan Akuntansi di Indonesia dilakukan oleh IAI yang dibentuk 23 Desember 1957, di bawah pengawasan Depkeu. IAI menyusun SAK dan SPAP.

Pelaporan Keuangan

Merupakan yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan meliputi : laporan direktur, lap. laba/ rugi, neraca, laporan arus kas, laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui, catatan dan laporan audit.

Laporan keuangan di Indonesia meliputi : neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas dan catatan pada laporan keuangan.

Pengukuran Akuntansi

• Metode akuisisi dan merger (pooling of interest) diperbolehkan dalam penggabungan usaha.

• Asset dapat dinilai dengan biaya historis, nilai wajar maupun campuran keduanya.

• Leases dikapitalisasi, dan kewajiban lease dibukukan sebagai hutang.

• Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara harga pokok dengan FIFO atau average. Metode LIFO dilarang di Inggris.

• Mulai Januari 2005, semua perusahaan Inggris boleh menggunakan IFRS sebagai pengganti UK GAAP.

• Didasarkan padaasumsi going concern, dengan dasar pengukuran akrual basic.

• Akuntansi penggabungan usaha dengan metode pooling of interest dan pembelian. Goodwill dikpitalisasi dan diamortisasi maksimal 5 tahun.

• Penilaian persediaan dengan metode historical cost, dan revaluasi diperbolehkan saat penggabungan usaha hanya jika menggunakan metode pembelian.

• Penilaian persediaan dengan metode FIFO dan average. LIFO diperbolehkan, tetapi tidak diperbolehkan untuk kepentingan perhitungan pajak.

• Akuntansi kemungkinan kerugian diakrualkan, leases dikapitalisasi dan pajak yang ditangguhkan diakrualkan.

Teknik income smooting dilarang.

Usaha Konvergensi

Praktek akuntansi yang sudah sama : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, akuntansi kemungkinann kerugian, cadangan perataan penghasilan

Praktek akuntansi yang belum sama : goodwill, penilaian asset, penyusutan asset, penilaian persediaan, leases, pajak yang ditangguhkan,

Baru sedikit SAK di Indonesia yang sama dengan IFRS, yaitu tentang penyusutan, akuntansi untuk kerugian, leases, pajak yang ditangguhkan dan perataan penghasilan. Aturan yang lain belum sesuai dengan IFRS.

Praktek akuntansi yang berlaku umum

Praktik akuntansi yang berlaku umum di Inggris, atau UK GAAP, adalah tubuh secara keseluruhan peraturan mendirikan bagaimana rekening perusahaan harus dipersiapkan di Inggris . Ini termasuk tidak standar akuntansi saja, tetapi juga hukum perusahaan Inggris.

praktek akuntansi acepted Umumnya adalah hukum istilah dalam Kisah Pajak Inggris. Singkatan "UK GAAP" juga diterima sebagai singkatan untuk istilah yang digunakan dalam yurisdiksi lain, Standar Akuntansi Keuangan, atau Kebijakan akuntansi yang berlaku umum.

Standar Akuntansi berasal dari sejumlah sumber. Standar Kepala-setter adalah Dewan Standar Akuntansi (ASB), yang mengeluarkan standar disebutStandar Pelaporan Keuangan (FRS). The ASB adalah bagian dari Dewan Pelaporan Keuangan , suatu regulator independen yang didanai oleh pungutan pada perusahaan yang terdaftar, dan diganti Komite Standar Akuntansi (ASC), yang dibubarkan pada tahun 1990 menyusul sejumlah kritik pekerjaannya. Sejauh bahwa ASC's pernyataan, yang dikenal sebagai Pernyataan Standar Akuntansi Praktek (SSAPs), belum diganti oleh FRS, mereka tetap berlaku.

Proses untuk menetapkan standar

The ASB memiliki proses formal untuk eksposur standar yang diusulkan. konsep awal diterbitkan sebagai Discussion Papers. Ini adalah dirilis ke publik dan komentar diundang. Apabila suatu standar baru yang akan diusulkan, Pelaporan Keuangan Exposure Draft (FRED) dirilis untuk memberikan komentar.Standar dalam bentuk akhirnya hanya dikeluarkan ketika komentar telah dimasukkan atau ditangani. Hal ini bertujuan untuk mengatasi kritik yang ditujukan pada ASC, proses yang komentar kurang ketat.

Isu yang memerlukan solusi segera dipertimbangkan oleh Mendesak Isu Task Force (UITF). The UITF terdiri dari sejumlah tokoh senior dari perusahaan-perusahaan industri dan akuntansi. Memenuhi diperlukan untuk mempertimbangkan isu-isu menekan dan Abstrak isu-isu yang menjadi mengikat segera.

Institute of Chartered Accountants di Inggris dan Wales (ICAEW) didirikan oleh Royal Charter pada tahun 1880. Ia memiliki lebih dari 130.000 anggota. Lebih dari 15.000 anggota ini tinggal dan bekerja di luar Inggris. Institut ini juga memiliki beberapa 9.000 siswa.

Institut adalah anggota dari Komite Badan Permusyawaratan Akuntansi (CCAB), yang dibentuk pada tahun 1974 oleh badan-badan profesional akuntansi utama di Inggris dan Irlandia. Sifat terfragmentasi dari profesi akuntansi di Inggris adalah sebagian karena tidak adanya persyaratan hukum bagi akuntan untuk menjadi anggota dari salah satu Lembaga banyak, sebagai akuntan istilah tidak memiliki perlindungan hukum. Namun, seseorang harus berasal dari ICAEW, ICAS atau ICAI untuk menahan diri keluar sebagai akuntan sewaan di Inggris (walaupun ada badan disewa lain dari akuntan berkualitas Inggris ).

The ICAEW memiliki dua kantor di Inggris, yang utama adalah dalam Moorgate , London dan yang lainnya di Tengah Milton Keynes , dalam membangun Hub baru: kompleks MK. Pada tahun 2009 itu juga membuka kantor regional di Singapura dan Dubai untuk mendukung anggotanya di Asia.

Standar Pelaporan Keuangan dan Pernyataan Standar Akuntansi Praktek yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Inggris.

- Akuntansi untuk hibah pemerintah - SSAP 4

- Akuntansi untuk properti investasi - SSAP 19

- Akuntansi untuk sewa dan sewa beli kontrak - SSAP 21

- Akuntansi untuk penelitian dan pengembangan - SSAP 13

- Akuntansi Kesanggupan Anak Perusahaan - FRS 2

- Akuntansi pajak pertambahan nilai - SSAP 5

- Kebijakan Akuntansi - FRS 18

- Akuisisi dan Merger - FRS 6

- Associates dan Joint Ventures - FRS 9

- Instrumen Modal - FRS 4

- Laporan Arus Kas - FRS 1

- Sesuai Angka - FRS 28

- Pajak kini - FRS 16

- Pajak Tangguhan - FRS 19

- Derivatif dan lainnya Instrumen Keuangan: Pengungkapan - FRS 13

- Laba per Saham - 14 FRS

- Laba per Saham - FRS 22 (IAS 33)

- Dampak Perubahan Nilai Tukar - FRS 23 (IAS 21)

- Peristiwa setelah Tanggal Neraca - FRS 21 (IAS 10)

- Nilai wajar Akuntansi Akuisisi - 7 FRS

- Instrumen Keuangan: Pengungkapan - FRS 29 (IFRS 7)

- Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan - FRS 25 (IAS 32)

- Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran - FRS 26 (IAS 39)

- Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hyperinflationary - FRS 24 (IAS 29)

- Standar Pelaporan Keuangan berukuran Entitas Menengah – FRSME

- Standar Pelaporan Keuangan Entitas kecil – FRSSE

- Penjabaran mata uang asing - SSAP 20

- Goodwill dan Aktiva Tak Berwujud - FRS 10

- Warisan Aset - 30 FRS

- Penurunan Nilai Aktiva Tetap dan Goodwill - FRS 11

- Life Assurance - FRS 27

- Provisi, Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi - FRS 12

- Pihak Terkait Pengungkapan - FRS 8

- Pelaporan Kinerja Keuangan - FRS 3

- Pelaporan Zat Transaksi - FRS 5

- Manfaat Pensiun - 17 FRS

- Pelaporan segmental - SSAP 25

- Berbagi berbasis Pembayaran - FRS 20 (IFRS 2)

- Saham dan kontrak jangka panjang - SSAP 9

- Aktiva Tetap Berwujud - FRS 15

Standar Akuntansi dan Interpretasi di Indonesia

PSAK 1 (Revisi 1998), Penyajian Laporan Keuangan

PSAK 2, Laporan Arus Kas

PSAK 3, Laporan Keuangan Interim

PSAK 4, Laporan Keuangan Konsolidasian

PSAK 5 (Revisi 2000), Pelaporan segmen

PSAK 6, Akuntansi dan Pelaporan oleh Usaha Tahap Pengembangan

PSAK 7, Pengungkapan Pihak Terkait

PSAK 8, Kontinjensi dan Peristiwa setelah Tanggal Neraca

PSAK 10, Transaksi dalam Mata Uang Asing

PSAK 11, Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing

PSAK 12, Pelaporan Keuangan Partisipasi dalam Pengendalian Bersama Operasi dan Aset

PSAK 13, Akuntansi untuk Investasi

PSAK 14, Persediaan

PSAK 15, Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi

PSAK 16, Aktiva Tetap dan Aktiva Lainnya

PSAK 17, Akuntansi Penyusutan

PSAK 18, Akuntansi oleh Rencana Pensiun

PSAK 19 (Revisi 2000), Aktiva Tidak Berwujud

PSAK 21, Akuntansi Ekuitas

PSAK 22, Akuntansi Penggabungan Usaha

PSAK 23, Pendapatan

PSAK 24, Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun

PSAK 25, Laba atau Rugi Bersih untuk Periode Berjalan, Kesalahan Mendasar, dan Perubahan Kebijakan Akuntansi

PSAK 26 (Revisi 1997), Biaya Pinjaman

PSAK 27 (Revisi 1998), Akuntansi Kerjasama

PSAK 28 (Revisi 1996), Akuntansi Asuransi Kerugian

PSAK 29, Akuntansi untuk Industri Minyak dan Gas Bumi

PSAK 30, Akuntansi Sewa Guna Usaha

PSAK 31 (Revisi 2000), Akuntansi Perbankan

PSAK 32, Akuntansi Kehutanan

PSAK 33, Akuntansi Industri Pertambangan Umum

PSAK 34, Akuntansi Kontrak Konstruksi

PSAK 35, Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi

PSAK 36, Akuntansi Asuransi Jiwa

PSAK 37, Akuntansi untuk Jalan Tol

PSAK 38, Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali Pengendalian

PSAK 39, Akuntansi Kerjasama Operasional

PSAK 40, Akuntansi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan / Asosiasi

PSAK 41, Akuntansi Waran

PSAK 42, Akuntansi Usaha Efek

PSAK 43, Akuntansi Anjak Piutang

PSAK 44, Akuntansi Pengembangan Real Perkebunan

PSAK 45, Pelaporan Keuangan dalam Organisasi Bukan-untuk-Laba

PSAK 46, Akuntansi Pajak Penghasilan

PSAK 47, Akuntansi Tanah

PSAK 48, Penurunan Nilai Aktiva

PSAK 49, Akuntansi Reksa Dana

PSAK 50, Akuntansi Investasi Efek Tertentu

PSAK 51, Akuntansi Kuasi-reorganisasi

PSAK 52, Akuntansi Mata Uang Pelaporan

PSAK 53, Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham

PSAK 54, Akuntansi Restrukturisasi Hutang Piutang Bermasalah dan

PSAK 55 (Revisi 1999), Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai

PSAK 56, Laba Bersih per Saham

PSAK 57, Provisi, Kewajiban Kontinjensi dan Aset Kontinjensi

PSAK 58 (Revisi 2003), Penghentian Operasi

PSAK 59, Akuntansi Perbankan Syariah

Interpretasi PSAK (ISAK) 1, Interpretasi atas Paragraf 23 PSAK 21 tentang Penentuan Harga Pasar Saham Dividen

ISAK 2, Interpretasi Penyajian Piutang dari Bursa Pelanggan

ISAK 3, Interpretasi Perlakuan Akuntansi di Grant

ISAK 4, Interpretasi atas Paragraf 32 PSAK 10 tentang Alternatif Perlakuan Diperbolehkan Selisih Kurs

Perbedaan paling mendasar antara Inggris Standar Pelaporan Keuangan (FRS) dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan Standar Akuntansi Internasional (IAS).

ü Penilaian saham

Dalam SSAP 9 Saham dan kontrak jangka panjang perusahaan dapat mengadopsi 'terakhir-di first-out' metode penilaian saham (sering disebut sebagai metode 'LIFO').Namun, di bawah ketentuan IAS 2 Persediaan metode penilaian saham tidak diizinkan.

ü Aktiva tidak berwujud – amortisasi vs penurunan

Di Inggris GAAP, FRS 10 Goodwill dan berwujud memungkinkan suatu entitas untuk amortisasi goodwill selama masa manfaatnya diharapkan jika masa manfaat yang diharapkan adalah kurang dari dua puluh tahun. Ada dugaan rebuttable dimana suatu entitas dapat mempertimbangkan kehidupan goodwill yang akan lebih dari dua puluh tahun. Namun, di mana menyatakan entitas yang goodwill dianggap lebih dari dua puluh tahun, direksi harus melakukan review suatu 'penurunan' pada akhir tahun keuangan penuh pertama setelah pengakuan awal goodwill atau aktiva tidak berwujud dan pada periode lainnya, dimana peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat tidak dapat diperoleh kembali secara penuh. Sesuai dengan ketentuan IAS 38 amortisasi Aktiva tidak berwujud dilarang dan direksi harus melakukan kajian penurunan secara tahunan. Ini link ke IAS 36 Penurunan nilai aktiva.

ü Laporan arus kas

Dalam FRS 1 laporan arus kas arus kas entitas disusun berdasarkan SAK Inggris disusun dengan delapan judul - aktivitas operasi, investasi dan pengembalian servis dll membiayaikegiatan. Kas 7 laporan arus kas IAS memerlukan arus yang akan dilaporkan di bawah tiga judul operasi: , aktivitas investasi dan pendanaan. Fitur lain yang penting sesuai IAS 7 adalah bahwa 'rekonsiliasi dari perubahan arus kas terhadap perubahan hutang bersih' tidak diperlukan. Laporan arus kas berdasarkan IFRS adalah laporan keuangan wajib primer, sedangkan di Inggris GAAP kebanyakan perusahaan 'kecil' dibebaskan di bawah FRS 1 dari persyaratan untuk menyiapkan laporan arus kas.

ü Laba usaha

Dalam FRS 3 keuangan kinerja Pelaporan FRS membutuhkan entitas untuk 'laporan operasi' keuntungan. Berdasarkan IAS 1, Penyajian laporan keuangan ini tidak diperlukan, meskipun suatu entitas dapat memilih untuk melakukannya.

ü Perubahan kebijakan akuntansi

Sesuai IAS 8 Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan perusahaan hanya dapat mengubah kebijakan akuntansi jika hasil dalam laporan keuangan memberikan 'relevan dan dapat dipercaya' informasi lebih lanjut. Di bawah 18 FRS Kebijakan akuntansi manajemen harus meninjau kebijakan akuntansi mereka untuk memastikan mereka tetap yang paling sesuai dengan keadaan tertentu untuk tujuan memberikan benar dan adil 'view'. Perhatikan perbedaan antara tujuan IFRS dari 'relevan dan dapat diandalkan' dan Inggris GAAP 'benar dan adil'.

ü Kontrak konstruksi

Berdasarkan IAS 11 kontrak konstruksi suatu entitas dapat menerapkan 'the' metode persentase penyelesaian apabila hasil kontrak tersebut dapat diestimasi dengan andal.Sesuai dengan ketentuan SSAP 9 Saham dan kontrak jangka panjang gaya abstrak tugas mengambil pendekatan yang lebih bijaksana dan dihitung mengakui 'hati-hati profit' hanya jika hasil kontrak dapat diestimasi dengan andal. Namun, baik IAS 11 dan SSAP 9 mengambil sikap yang sama yang mana suatu kontrak merugi, kerugian diakui dalam laporan laba rugi komprehensif (laporan laba rugi) / laba rugi account segera setelah mereka muncul.

ü Pajak tangguhan

Sesuai dengan ketentuan perpajakan FRS 19 tangguhan perusahaan dapat memilih untuk 'diskon' pajak tangguhan untuk dapat menyajikan nilai-nilai hari - meskipun harus mengatakan bahwa ini adalah jarang dilakukan dalam praktek. Sesuai dengan ketentuan IAS 12 Pajak penghasilan perusahaan tidak dapat diskon pajak tangguhan untuk dapat menyajikan nilai-nilai hari. Perbedaan lain terkemuka di pajak tangguhan adalah bahwa FRS 19 mengakui pajak tangguhan 'perbedaan waktu' sebagai. Berdasarkan IAS 12, pajak tangguhan diakui berdasarkan 'perbedaan temporer kena pajak'.

ü Aktiva tetap ( aktiva tidak lancar )

Berdasarkan IAS 16 Aktiva tetap, aset dimiliki untuk dijual ',' biologi aset yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dan dan evaluasi aset eksplorasi 'secara khusus dikecualikan dari IAS 16. Mereka adalah, sebaliknya, tercakup dalam 5 IFRS Aktiva tidak lancar yang dimiliki untuk menghentikan operasi dan penjualan, IAS 41 Pertanian dan IFRS 6 eksplorasi dan evaluasi sumber daya mineral masing-masing. aktiva tetap tersebut diidentifikasikan di atas yang tidak tercakup oleh IAS 16 lakukan, bagaimanapun, jatuh di bawah lingkup di Inggris SAK dari FRS 15 aktiva tetap berwujud. Perlu dicatat bahwa 'investasi properti' dikecualikan secara khusus dari kedua standar (IAS 16 dan FRS 15), sedang ditangani menurut ketentuan IAS 40 Properti investasi dan SSAP 19 Akuntansi untuk properti investasi masing-masing.

ü Pihak terkait transaksi

Berdasarkan IAS 24 pengungkapan hubungan istimewa tidak ada pengecualian untuk melaporkan pihak terkait jika bertentangan dengan kerahasiaan 'entitas' tugas. Ada pengecualian di bawah FRS 8 mana pengungkapan tersebut akan bertentangan dengan kewajiban entitas pelaporan tentang kerahasiaan timbul demi hukum.

ü Konsolidasi
Dalam FRS 2 Akuntansi untuk usaha anak, orangtua tidak melakukan konsolidasi di mana terdapat pembatasan jangka panjang yang parah atas aset atau pengelolaan anak perusahaan melakukan. IAS 27 Konsolidasi dan laporan keuangan tersendiri tidak memiliki pengecualian seperti itu.

ü Investasi Properti

Berdasarkan IAS 40 Properti investasi, suatu entitas dapat memilih antara model nilai wajar dan model biaya terdepresiasi untuk penilaian properti investasinya. 19 SSAP Properti investasi tidak memungkinkan model biaya terdepresiasi untuk properti tersebut.

ü Pertanian
Ini mengikuti dari menyentuh isu-isu di dalam Aktiva tetap (aktiva tidak lancar) di atas.Tidak ada standar setara Inggris untuk pertanian tapi ada berdasarkan IFRS berdasarkan IAS 41 Pertanian.

ü Aktiva tetap (aktiva lancar) dimiliki untuk dijual

Sekali lagi, tidak ada 'khusus' standar yang berkaitan dengan aset yang dimiliki untuk dijual atau operasi dihentikan. Di Inggris GAAP, ini ditangani sesuai dengan FRS 3keuangan kinerja Pelaporan. Namun, kesepakatan rezim internasional dengan ini berdasarkan standar akuntansi yang terpisah, IFRS 5-Aktiva tidak lancar yang dimiliki untuk tidak beroperasi dan penjualan.

ü Imbalan kerja

Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui dalam Pernyataan Keuntungan Diakui dan Kerugian (STRGL) di Inggris di bawah FRS 17 Manfaat Pensiun. IAS 19 Imbalan kerjamenawarkan pilihan. Ini bisa diakui dalam laporan laba rugi komprehensif (laporan laba rugi), biasanya selama periode yang mewakili rata-rata masa kerja karyawan yang berpartisipasi dalam skema manfaat pasti. Atau, suatu entitas dapat mengenali keuntungan dan kerugian aktuarial secara penuh sebagaimana dan ketika mereka muncul, di luar laba atau rugi, dalam Pernyataan Diakui Pendapatan dan Beban (SoCIE). Hal ini sangat mirip dengan ketentuan FRS 17 manfaat pensiun yang disebutkan di atas.

SINGKATAN

IASC: International Accounting Standards Committee

SEC : Securities and Exchange Commission

IASB: International Accounting Standards Board

FASB: Financial Accounting Standards Board

CCAB: Consultative Committee of Accountancy Bodies

ASC: Accounting Standards Council

SSAP: Statement of Standard Accounting Practice

UK GAAP: Generally Accepted Accounting Principles (UK)

IFRS : International Financial Reporting Standards

JICPA : Japanese Institute of Certified Public Accountants

ASBJ: Accounting Standard Board of Japan

SPAP: Standar Profesional Akuntan Publik

DAFTAR PUSTAKA

Choi, D.S Frederick, Gary K. Meek. (2010). International Accounting , Jakarta : Penerbit Salemba Empat.

http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_44708/title_akuntansi-internasional/

http://dewinovihandayani.blogspot.com/2011/04/persamaan-dan-perbedaan-sistem.html

http://donxsaturniev.blogspot.com/2010/07/sistem-hukum-5-anglo-saxon-common-law.html

http://hermandez-hermandez.blogspot.com/2011/03/akuntansi-di-indonesia-sak.html

http://kornetcincang.blogspot.com/2009/02/blog-post.html

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Generally_Accepted_Accounting_Practice_(UK)

http://www.ifrs.co.uk/

http://www.scribd.com/doc/21245349/ai2